Biru dan Hitam

Bila Suatu Peristiwa Tak Bisa Direkam, Tulislah!

Haru Biru Dalam Hitam Yang Tak Merangkak.. March 26, 2009

Filed under: Puisi Dikala Iseng — restu adjie @ 5:39 am

Ini adalah bagian dari hati yang pernah bahagia..

Setiap alur yang bergerak menjadi penampar akan betapa indah masa lalu..

Terlalu lama hidup dalam bayangan yang tak bisa pudar..

Bukan karena semua begitu indah dikenang, namun tak lebih karena bawah sadar mengatakan jangan…

Katakan ya bilang hati mengatakan ini yang terbaik.. dan katakan tidak bila hati mengatakan kau akan hancur terbawa dalam langkah gelap tak berujung…

Terlalu banyak alasan, terlalu banyak dusta, kebohongan yang perlahan membunuh..

Aku adalah tuan atas tubuhku.. Aku adalah pemimpin bagi pikiranku… tapi seluruhku hanya milik-Nya..

Memandang gelap dalam cahaya biru pudar…

Aku pernah hidup dan kau tak nyata.. karena itulah aku dapat menulis betapa indahnya dirimu..

 

-Adjie-

26 Maret 2009

 

Jika Aku Terluka July 21, 2008

Filed under: Puisi Dikala Iseng — restu adjie @ 2:36 pm
Tags:

Jika Aku Terluka

Hanya mendengarkan saja apa yang kau mau
Memenjarakan idealismeku sendiri
Mencari sesuatu yang hilang entah kemana
Semua terkena imbasnya jika aku terluka

Ingatlah apa yang sudah kau lakukan padaku
Aku kini terpuruk bersama kesepian
Lapar membuatku berfikir tentang jalan yang termudah
Menikam atau ditikam, inilah aku saat terluka

Kau tahu, kau habis, kau menyesali..
Jika aku terluka..
Kau hilang, kau terlupakan, kau meratap
Jika aku terluka..

Apa makna hidup ini jika ku tak bisa merasakan apa yang indah
Apa ini yang seharusnya kuterima atas semua yang kulakukan
Terkekang aku menjadi kaki tanganmu
Tak bisa keluar meski ku ingin terpaksa kulakukan..

Kau ada, kau terluka, kau semakin tak tahu diri..
Jika aku terluka..
Kau tertawa, kau setengah gila, kau menyiksa
Jika aku terluka..

14 Februari 2008

-Adjie-

 

Not Mine… Not Even Mine! Never Be Mine!! But Who Knows? July 21, 2008

Filed under: Puisi Dikala Iseng — restu adjie @ 2:33 pm
Tags:

Saat terjaga, aku mendapati diriku duduk sepi dalam keramaian.
Cuma itu yang kulihat.. cuma itu yang ada dimataku..
Ini terdengar berlebihan, tapi sungguh aku tak tahu bagaimana mengutarakannya..

Sepertinya terlambat, ya semua terlambat..
Hu.. jangan menyerah bodoh.. Ingat baru 4… angka 4.. itu belum berarti apa-apa
Lalu apa yang harus aku lakukan?
Hmm… pikiran licik mulai memenuhi otakku..
Bukan.. itu bukan aku..
Jadi bagaimana caranya?

Pelan-pelan.. jangan salah melangkah. lihat didepan sana ada seberkas cahaya terang..
Satu lagi, sesuatu yang sempurna belum tentu tidak memiliki celah..
Cari celah sekecil apapun.. cobalah untuk dianalisa..
Cari caraku sendiri untuk masuk melalui celah itu..
Temukan jalanku, cari hatiku, raih bahagiaku..
Kalaupun gagal nantinya, aku masih bisa berjalan dengan bangga..

Itu caraku.. itulah diriku.. apalagi yang aku harapkan

24 April 2008

-Adjie-